Trending By: SGMS Enal March 16, 2019 @ 10:59am

“Hello Brother,” Lelaki Pertama Terkorban Dalam Insiden

Insiden serangan hitam yang menyelubungi New Zealand benar-benar memberikan tamparan hebat buat seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Serangan tembakan rambang itu didakwa dilakukan oleh seorang lelaki yang memasuki ke dalam masjid bersama selaras senapang dan melepaskan tembakan ketika jemaah sedang mendirikan solat jumaat.

Dalam masa yang sama, nama seorang mangsa Daoud Nabi, 71 menjadi bualan di media sosial apabila tindakannya menyapa pengganas menjemputnya masuk ke dalam rumah Allah Jumaat lalu.

“Hello Brother”

Sapaan itu walau bagaimanapun disambut dengan tembakan mengenai mangsa yang merupakan antara orang pertama terkorban dalam serangan itu.

Kisah tragis ini dikongsi beberapa individu.

“Diantara kejahatan dan kekacauan yang telah berlaku hari ini, ada satu kebaikan yang ditonjolkan.  Lelaki Islam pertama yang meninggal dunia sempat menyapa dengan ucapan paling lembut dan ikhlas, ‘Hello Brother’.

“Mungkin Allah SWT menjadikan lelaki ini sebagai perantara untuk menunjukkan kepada dunia kebaikan yang dibawa Islam.  Ia sebagai tanda memberitahu dunia bahawa untuk menghentikan keganasan bukan dengan menyerang tetapi dengan kebaikan.”

“Semoga Allah SWT mengurniakan pahala buatnya dan seluruh mangsa terkorban dengan syurga yang tertinggi.  Selama seminggu saya akan menyapa setiap lelaki mahupun wanita dengan ‘Hello Brother’ tanpa mengira kaum atau agama.  Sila lakukan perkara yang sama.”

Seorang individu daripada Indonesia turut berkongsi kisah sedih mengenai Daoud sehingga menyentuh hati setiap pembaca.

HELLO BROTHER

Lelaki surga itu bernama Daoud Nabi. Usianya 71 tahun. Seorang imigran Afghanistan yang melarikan diri dari hari-hari mengerikan di negara asalnya untuk menemukan kedamaian di tanah indah itu, New Zealand.

Tak terbayangkan oleh Daoud, hari-harinya selama ini yang damai untuk menjalankan imannya sebagai seorang muslim di bumi pertiwi suku Maori itu berakhir menjadi sebuah tragedi. Ketika sorang teroris membunuhnya bersama 48 muslim lain, dengan senapan mesin, ketika shalat Jumat!

Saat pengganas mendekati pintu masjid an-Nur di Christchurch, Daoud menyapa pria itu dengan sebuah sapaan penuh cinta dan kedamaian, “Hello brother,” ucapnya seperti terekam dalam video yang direkam secara live oleh sang teroris.

Daoud tentu melihatnya menodongkan senjata. Tetapi cinta yang telah penuh dalam jiwanya tetap membuatnya menyapa dengan penuh kasih, “Halo saudaraku”. Juga dengan sebuah sambutan, “Welcome brother”, selamat datang (di masjid ini) saudaraku.

Tentu saja, sapaan Daoud bukan sebuah tindakan seorang pengecut. Itu adalah aksi seorang pemberani yang penuh cinta. Meski barangkali Daoud mengerti ia sedang menghadapi seorang penjahat, Daoud ingin mencoba mengubah situasi itu dengan cintanya.

Sapaan cinta itu tak berfungsi dalam hatinya. Ia memberondong Daoud dengan tiga tembakan yang membuatnya tewas seketika. Dan terus masuk ke dalam masjid untuk membantai jamaah Jumat yang lain.

Hari itu, di Selandia Baru, dari masjid cahaya (an-Nur), pengganas itu berusaha membuat seluruh dunia redup. Tetapi sesungguhnya ia gagal. Cinta Daoud Nabi, ketulusan harinya, kasihnya yang tak pandang siapa, justru membuat an-Nur bercahaya menerangi seluruh dunia. Ia memberi tahu dunia siapa dan bagaimana seorang muslim sesungguhnya.

Teroris itu mengira bahwa dengan menembaki muslim yang tengah sembahyang ia akan membuat mereka menderita. Tidak, sama sekali tidak, sebab sesungguhnya mereka langsung diganjar surga. Barangkali memang akan ada keluarga yang bersedih, tetapi mereka akan ikhlas, sebab yang pergi telah menjadi para syuhada.

Teroris itu mengira bahwa dengan membunuh saudara-saudara muslim kami maka kami akan takut. Demi Allah tidak. Sedikitpun kami tak gentar karena tak perlu ada yang ditakutkan bila cinta dan kedamaian adalah hal yang memenuhi hati kami. Kebencianmu tak akan mengubah cinta kami pada sesama.

“Hello brother.” Terima kasih Daoud, kini kau sudah tersenyum di surga. “Welcome brother.” Cintamu, wahai Daoud sang martir, telah meledakkan cahaya dari masjid an-Nur ke seluruh dunia. Membuat dunia tahu siapa muslim sebenarnya.

Teroris itu telah kalah, Saudaraku. Kalah secara telak dan memalukan!

Istirahatlah dengan tenang, wahai para syuhada.

Sumber: Aziz HelouHarry FearFahd Pahdepie

| Live TV

| ARTIKEL Xtra

Trending Thu, 15 Nov 2018

Digigit Monyet ‘Samseng’, Bayi 12 Hari Maut

Bayi itu digigit di bahagian kepala dan ditinggalkan ketika dikejar orang ramai bersenjata batu dan kayu.

Trending Thu, 11 Jun 2020
Trending Thu, 4 Jun 2020
Trending Sat, 18 Nov 2017

Iqram Tak Kesah Dikecam

Siapa tak kenal Iqram Dinzly? Kemunculan jejaka ini serinkali mendapat perhatian netizen yang seolah-olah bersedia untuk mengkritik setiap pergerakaannya. Anak kelahiran Ipoh, Perak itu berkata, dia menerima apa sahaja kecaman tetapi terkilan apabila dikatakan jahil […]

Trending Sun, 8 Sep 2019

Sanggup Rakam Dari Membantu Pemandu MicroSleep Kemalangan!

”Tukang Rakam Ni Disable Function Hon Ke?” Pemandu Didakwa ‘Microsleep’ Hingga Terbabas Rempuh Lori

Trending Mon, 16 Jul 2018

80岁阿嬷开20年「神车」远征1.2万公里

虽说「老三宝」上路总让人心惊胆跳,但对于这位南非的80岁阿嬷Julia Albu可就不是这么一回事了……

Trending Mon, 13 Jan 2020

Was That Really Her? Adele’s New Physical Appearance Received Praised From Fans

We still love her no matter what shapes she’s in..

Trending Thu, 29 Nov 2018
Trending Wed, 20 May 2020

PKPB : Cubaan Balik Kampung Sia-Sia, PDRM Arah Patah Balik

Hormati SOP yang ditetapkan dan jangan degil!

Trending Thu, 28 Mar 2019

才女插画家把「同色系」卡通人物归类

是否还记得,小时候在看卡通时总是会以颜色来区分角色?

| Live TV